Tampilkan postingan dengan label Kisah Artefak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Artefak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

Panjang Kata

Kisah ini dimulai dari facebook.
Setiap kata terlontar dari dunia maya
Maka akan kembali menjadi maya

Aku mulai mengenalmu dengan segala gaya perkenalanmu
Aku kembali pada peraduan kisah lamaku
Ini tidak sulit bagiku, hanya butuh sedikit improvisasi
Mengenalmu, membuatku tau
Masih ada lebih banyak orang di bumi ini

Aku dilema dalam prinsip dan sesuatu yang ku sebut niat
Aku tidak sedang mengasihanimu
Hanya saja beranggapana bahwa Tuhan tengah mengujiku dengan kehadiranmu.
 

Aku tidak menyesal tak mengenalmu kini
Aku hanya sedikit keberatan jika kau tak mau menegurku lagi
Aku cukup tidak tau malu dengan apa yang ku katakan
Tapi tidak apa lah

Mungkin Tuhan bukan mengirimku untukmu
Biarlah aku menjadi paket terindah untuk seseorang yang sedang menungguku kini
Dalam deguban bahagianya
Dalam segala penantiannya

Aku katakan ini bukan sedang menunjukkan betapa cerewetnya aku
Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang ada dalam benakku kini
Aku hanya ingin memberi tanda dalam memori blogg ini
Bahwa aku pernah mengenalmu
Dalam satu masa yang pernah terlewati

Senin, 02 Juli 2012

"Lo" dalam Sudut Pandangku

Perkenalan kita terjadi sudah lama, dua atau tiga tahun silam mungkin. Sampai pada beberapa pekan terakhir entah kenapa aku mulai mengecek setiap teman yang ada di YM. kapan kita memulai perbincangan di YM? Entahlah...
Kali ini ijinkan aku so narsis dengan gaya lebayku. Berharap kau untuk ku guratkan sedikit cerita memenuhi blogg usangku.
 Setelah beberapa waktu aku mendengar kisahmu. Sekali lagi ingin ku katakan "itu luar biasa" aku bukan sedang mengada-ngada. Karena kisah hidupmu adalah sesuatu yang langka bagiku. Setiap orang memang langka, setiap orang adalah istimewa begitulah kata Zamil Azzaini dalam bukunya, yang akan ku hadiahkan untukmu setelah kau kirimkan alamat rumahmu yang lengkap, sebagai hadiah atas suatu prestasi yang pernah kau minta padaku tempo hari.
Dalam sebagian sudut pandang kebanyakan teman di sekitarku. Banyak yang mengatakan, harusnya kusudahi silatuhim yang di bina beberapa saat yang lalu itu. Tapi buatku tidak, aku masih butuh banyak pelajaran tentang hidup darimu. Karena pernah ku katakan soal makna yang hilang dalam keterasingan, begitulah yang kulihat darimu, karena bukan semata aku sedang berpujangga atau "ngelaba" tapi itulah adanya.
Setitk guratanku untukmu. Aku mengagumimu dalam salah satu sudut pandangku, dari titik yang berlainan aku sungguh tidak habis fikir dengan segala anganmu. dan bahkan dari sudut lainnya, aku membenci makhluk Tuhan sepertimu (meski tidak ada hak ku. Maafkan Aku Rabb...)
Secercah harap yang semoga menjadi do'a. Semoga kau akhirnya menemukan orang yang ada dalam setiap harap dari do'a bundamu, seperti kebanyakan do'a (jika ia jauh maka dekatkanlah, jika ia dekat, maka perlihatkanlah, aamiim)
Harapan itu menjadi tidak muluk-muluk bagimu, jika saja......
 Om, terimakasih untuk semua kisahmu. Karena dengan tidak sadar kau mengajarkan banyak hal mengenai sudut pandang. Allah menegurku banyak hal dengan perantaramu. Jika kembali pada makna, aku fikir kau bermakna dalam proses kembangku untuk terus belajar. Dalam sudut pandanku, kau bermakna, dalam sudut pandanku, kau berarti. Dalam sudut pandanku kini, setiap hal memiliki arti. Dalam sudut pandangku kini, Kau, Dia dan Mereka adalah arti dari setiap pertanyaanku mengenai hidup yang menjadi jawaban Rabb-ku.

Terimakasih untuk setiap jengkal waktu yang menjadikan hidupku mulai memahami makna, arti dan sudut pandang.

Ini sangat lebay. sebelum aku sampai pada titik pendewasaan berikutnya tetap ini ku akui sangatlah lebay dalam kondisi jiwaku yang normal kini :D

Semoga siapapun yang akhirnya membaca guratan kecil ini mampu menyerap makna dari sesuatu yang akhirnya ku sebut move on. move om bukan berarti mengubah gaya, tapi move on adalah bagaimana cara kita menyikapi setiap permasalahan dalam hidup kita secara dewasa dan positif. Move on. ya aku kini tengah menyerap kata move on yang juga sempat di soundingkan oleh @poconggg dalam twit-twitnya.. Mari move on, ubah pola pikir, ubah kebiasaan, ubah sudut pandang.. :D

Tararengkyu @nensidepea

Sabtu, 08 Januari 2011

Aku Jatuh Cinta Padamu

Tidak ada yang dapat saya katakan. Dalam kalimat lugas kali ini, saya katakan dengan jelas bahwa saya "Jatuh Cinta Pada anda" entah kenapa, bukankah cinta memang tanpa alasan yang jelas. Demikian aku padamu. Bolehkah? Aku sekedar sayang padamu, jika memang hatimu terlampau tertutup untuk Cinta dari lawan jenismu. tapi aku fikir kau jadi sedikit munafik.
Perangaimu yang terlihat tampak anggun, kini kenapa jadi berubah?
Akhirnya, kau menjadi sama saja dengan kebanyakan yang lain. Kau memiliki banyak hati yang tanpa sengaja kau tebar di setiap sudut bumi. Kekagumanku padamu... kini mulai berubah, meski itu tetap saja aku suka padamu. Ah tidakkah ini terlau mudah untukmu?

Betapa sulit, aku hidup dalam naungan keanehan ini. dan kini tidak ingin rasanya.. tidak saja. Kau telah merusak hatiku tanpa bertanggung jawab. Kau lebih buruk dari yang paling buruk, karena kini aku HANCUR menjadi kepingan-keoingan tanpa bentuk.
Aku tidak berhak sakit mestinya, karena kau yang kini tengah merugi. Karena kini kau kehilangan orang yang telah sayang padamu, lebih banyak dari yang kau kira. Karena kau memilih salah satu saja, maka bersiaplah, ada banyak hati yang akan memulai mengutukimu. Ini bukan ancamanku sayang. Ini suara jerit dari balik hatiku yang tak pernah dapat di jamahi oleh siapapun. Mengetikah kini kau? atau tetap sama saja?
Kau yang akan merugi. Bukan AKU..........!

Jumat, 26 November 2010

Ini Urusan Hati

"Dalamnya laut dapat di duga, Hati orang siapa tahu?"

Kutipan peribahasa ini benar adanya. Ketika kita hanya bisa menghalalkan ritual curiga, maka ini lah yang terjadi adanya.
Pernah sebuah tragedi mengharuskan seorang manusia berbohong, berbohong tentang perasaan hatinya.
Namun hal itu dianggap oke oke sajah....
yah....(PARAH)

Jumat, 12 November 2010

Cerita yang Sama

Kali ini kita hentikan sejenak dengan teriakan tak bernilai.
Boleh lah sejenak kita renungkan, perjalanan hidup kurang lebih dua bulan ini.
STEI TAZKIA begitu asing kah di telinga anda?

Ya, akupun demikian.
Dengan minimnya informasi yg dimiliki.
Kini, setelah hampir dua bulan berada di TAZKIA apa yg sudah di dapat?
Jika hanya sekedar menghabiskan waktu saja, sungguh sebuah kerugian besar akan menimpaku.
Dan jika aku lakukan semuanya dengan serius, toh hidup ini bukan untuk di fikirkan secara sulit.
Jadi?
Lakukan sajah...
Iklaskan sajah...
Semua akan baik-baik sajah...
Meski dalam harap dan cemas yang pasti,
Tetap yakini INI ADALAH YANG TERBAIK

USM Bakrie Schooll of Managenent

Awal Januari tahun 2010, seperti biasa dengan aktivitas sebagai anak SMA kelas XII, aku berusaha untuk menambah jadawal belajarku di salah stu tempat bimbel di Kota, maklum, lokasi rumahku yang di desa dan kabupaten, memaksaku untuk pergi ke kota setiap hari Selasa dan Sabtu.
Satu sore, teman Bimbelku dari salah satu SMA pavorit di Kota dengan sangat antusias mengajakku untuk untuk mengikuti USM di Bakrie Schooll of Managenent, "Uang pendaftarannya cuma seratus ribu say, ikutan yuk.... aku juga ikutan, kita rame-rame sama anak-anak yang lain" begitulah bujuknya. Tanpa menunggu persetujuannku, dia menarik lenganku, menghampiri ruang belajarnya, manarik laptopnya dan segera menggunakan fasilitas wiFi yang ada di ruangan tersebut untuk sekedar on line. Dengan sigap tangannya mengetik namaku, memasukan identitasku dan mengklik "OK" untuk mendaftar. Tanpa sempat berfikir panjang aku mengangguk dan menyetujuia hal yang talah ia lakukan.

Tanpa sempat untuk meminta ijin dan hari-hari menuju jadawal pembayaran USM hampir usai, dengan sangat memaksa, aku memohon kakakku yang tengan hamil besar untuk bersedia mengirimkan uang sebasar seratus ribu rupiah sebagai tanda jadi untuk mengikuti USM tersebut, uangnya tentu dariku.

Singkat cerita...

Minggu, 07 November 2010

Betapa

iyh...
greget...
jangan mikirn cinta..
cinta teh naon coba..
jeleger
gak penting tapi...
hadueh..
kayak ababil wae
ayolah...
hidup ini masih panjang.. (kok?
iya jangan cuma mikirin cinta
banyak ilmu fikih yang belom di pelajari
ayo semangat..
tapi cintanya gimana?
AH SIGA NU BEGER WAE...
haha beger (tau nyararambung)
lelah
sudah
capek..
teriak ajah
aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Minggu, 17 Oktober 2010

STEI TAZKIA

Tak sempat terlintas dalam benak 12 tahun silam bahwa aku kan berana disini kini...
Tak pernah ku siapkan diri untuk hadapi segala tantangan ini..
Kenapa tak ku siapkan lebih awal?
Tak ada waktu untuk sekedar mengeluh dan menyesali perjalanan panjang 12 tahun ini.
Inilah aku kini..
Aku yang sesungguhnya masih sangat tabu mendengar kata syariah...
Tapi ini pilihanku...
Tak jarang menangis...
Tapi bukankah itu hanya sekedar ekspresiku?
Disini, di STEI TAZKIA 2010

Kamis, 26 Agustus 2010

Nano

Ini yang lagi di rasain..
Patah hati
Cinta di tolak
Menolak cinta
Dan lolos test online Unisma Bekasi..
Gila saranya campur aduk
weddddddddaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnn................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Selasa, 03 Agustus 2010

SNMPTN Lagi

Ingat penggalan kisah tentang SNMPTN beberapa posting sebelumnya?
Kali ini ceritanya suadah sangat lemas.
Dengan harap-harap cemas.
Ternyata SNMPTN tidak mau menerima aku.
GAGAL
Bosan dengan kata itu?
Bosan mendengarku GAGAL dalam test?
Aku lebih bosan daripada semua yang mendengarnya... :((

Sabtu, 03 Juli 2010

Kuch Kuch Hotahey

Kuch kuch hotahey
Penulisannya sepertinya kurang tepat, setidaknya itu yang terdengar di telingaku.
Artinya kurang lebih seperti ini.
'Sesuatu telah terjadi dalam hatiku'.
Kalimat ini tepat menggambarkan situasi hatiku saat ini.
'Kuch kuch hotahey'.
Setelah sekian lama, ah ini terlalu di besar-besarkan.
Setidaknya aku bersyukur karena masih memiliki rasa ini, tepatnya kembali merasakan ini lagi.
Bukan cinta menurut benakku, karena cinta terlalu agung menggambarkan rasa yang kini sedang menggelora, karena aku tahu pasti ini akan hanya sekedar semangat bara api dalam kompor minyak tanah, ketika stok minyak tanah habis, maka rasakupun akan menghilang menyisakan hangat yang meradang.
Atau seperti pasir di padang safana yang terombang ambing dan akhirnya menghilang.
Aku hanya merasa bahagia, bahagia ketika dapat berbincang denganmu.
Aku hanya merasa bangga, ketika kau tetap berjalan barsamaku, ketika banyak yang lainnya segera menghindar dariku.
Aku merasa bahwa kau sangat baik, di bandingkan yang lainnya.
Tidak, ini berkali-kali ku fikirkan, agar semunya tidak berakhir pada sebuah nafsu.
Aku tak menginginkan lebih dari ini meski sangat ingin.
Tapi semua ini kini sangat begitu membahagiakan.
Inilah...
Kembali ku ungkapkan.
Bahwa ini aku.

Jumat, 02 Juli 2010

Ini Rasanya Seperti


Lama tak rasakan jatuh cinta atau mungkin juga merasa di Cinta. Kali ini dengan terang-terangan aku nyatakan "Aku Jatuh Cinta Kepadamu Sejak Pertama Aku Melihatmu" kalimat basi namun manjur.
Entah rasa ini akan terungkap atau tidak, setidaknya Mamah, Teteh, Desti dan beberapa yang cemburu mengetahui hal ini. Aduhhh aku Cinta kamu, tak malu tak canggung lagi, karena semuanya masih dalam anganku.. love you

Senin, 21 Juni 2010

Itu Agra Mas Lebak Bulus-Bogor

Pukul 13:30 WIB ketika kulihat kembali jam digital merah yang melingkar di tangan kiriku. Kembali leherku menoleh ke arah kanan, mencari dan menunggu kedatangan bus Agra Mas yang akan menghantarkan raga ini menuju Kota Bogor.


Lelah sudah menjalar sejak dini hari tadi, diharuskan bangun sedini itu untuk segera bergegas menuju Tanggerang Selatan dari kabupaten Sukabumi tempat aku dibesarkan. Dengan sedikit tergesa-gesa dan kantuk yang masih meradang tetap kulangkahkan kaki dengan sejuta harap dan keyakinan yang ditanam dalam jiwa. Hari ini aku akan mengikuti test Ujian Saring Mauk STAN.

Bukan merendahkan atau menyepelekan USM kalin ini, tapi baru saja dua hari yang lalu berhadapan dengan SNMPTN tentu sajah membuat mataku lumayan pening menghadapinya.

13:43 WIB tedengar dering panggilan masuk di selularku. Disana tertulis "Bapa^^" memanggil. Segera ku angkat
"Assalamualaikum pa...."
"Wa'alaikumussalam, sekarang dimana Ci? Udah nyampe mana?"
"Hm... ini daerah apa ya? Gak tau pa, ini tempat biasanya nunggu bus buat ke Bogor pake Agra kalau biasanya Ci sama A Dede. Kalau ada ke Sukabumi langsung, tapi kalau gak ya ke Bogor dulu nanti pake L 300 ke Cibadak. Kenapa Pa?"
"Kalau pulang masih siang bapa gak bisa jemput, masih ada kerjaan di proyek, tapi nanti bapa usahakan. Atau Ci tunggu sampe malem aja di Cibadak, nanti Bapa jemput. Tapi yang jelas, nanti setelah sampai Ciawi, kasih tau Bapa ya!"
"Iya Pa, eh busnya udah ada Pa, udah dulu ya. Assalamu'alaikum.."

Bus datang segera merapat ke pinggir jalan mendekati trotoar, ketika terbuka pintu bus belakang. Ough,,, penuh! Harus bagaimana lagi menunggu sedari tadi dan sekarang yang ada di hadapan tak mungkin dilewatkan lagi, hari semakin terik, dan rasanya tak ingin menunda lagi untuk segera bergegas sebelum malam datang dan jalanan nanti macet total dipenuhi arus balik dari Puncak menuju Ibu Kota.

Segera menaiki anak tangga dan tercekak karena tak bergerak lagi, kaki ini terhenti di anak tangga kedua dari atas. sambil sedikit menerawang kesudut bus, dan terlihat hampir seluruh penumpang merupakan anak muda seusiaku. Sedikit menebak, sepertinya mereka pun sama sepertiku yang baru saja mengikuti test USM STAN kuota Kota Jakarta. Tebakan ini mudah saja, rambut mereka yang lumayan tebal dan lebat tak tersisir rapi dan sedikit terkesan awut-awutan seolah menjadi tanda kebanyakan anak remaja masa kini.

Beberapa detik kemudian seorang yang memiliki kulit putih dan mengenakan kawat gigi berwarna hijau tersenyum dengan wajah yang ramah dan sangat bersahabat sambil berdiri dia katakan,
"Mau duduk Mbak? Silakan.." wajahnya yang ramah kembali tersenyum.
Dengan sedikit kaget dan terkagum atas kebaikannya aku balik bertanya,
"Owh, terimakasih... serius ni?"
"Iya sok aja"
"Makasih....." sedikit senyum atas bahagia dan karena ternyata masih ada seorang muda yang mau berbaik hati kepadaku ditengah kondisi yang melelahkan, ini sungguh terasa luar biasa.

Sesaat terdengar olok-olokan kawanan pemuda ini, dengan berkata hal-hal yang dapat mebuatku malu dan jengkel bersamaan. Tapi ucap syukur ini terus berulang tanpa terhenti.

Beberapa saat kemudian Agra Mas segera meluncur meninggalkan halte bus yang masih dipenuhi calon penumpang yang tidak terangkut kedalam bus.

Sepanjang pejalanan yang melelahkan ini, rasanya ingin kupejamkan mata meski hanya sesaat, namun kondisi tak mendukungku. Posisi tempatku duduk berada tepat di jok paling belakang bus, dengan kondisi diapit oleh dua orang teman dari pemuda ramah tadi yang sekarang ini sedang bergantung dihadapanku. Terlihat wajah lelah hampir disetiap wajah penumpang, tanpa kecuali si pemuda tadi.

Sesaat kemudian Agra Mas sudah memasuki tol yang akan dengan cepat mengantarkan penumpang menuju Terminal Baranangsiang Bogor. Wajah lelah dan ngantuk tetap bersarang di muka ku. Dengan sedikit mencuri pandangan, kulihat pemuda tadi seperti berhasrat yang sama sepertiku 'ingin memejamkan mata' namun kondisinya yang bergantung di Agra Mas tak memungkinkan hal itu. Terkadang ia memejamkan matanya dengan tetap berpegangan pada Agra Mas dan tak lama matanya kembali terbuka untuk membaca pesan singkat yang masuk ke ponselnya kemudian membalas pesan tadi dan kembali berusaha terpejam dalam kondisi tergantung.

Sempat terfikir unuk kembali menawarinya duduk dan mungkin bergantian untuk beberapa saat, tapi kekakuanku membuat semua ingin tadi tak sempat terucap dan hanya menyisakan sebuah pandangan yang tak berarti apa-apa.

Agra Mas melaju lebih cepat dari sebelumnya. Dan kali ini bahu kiriku terasa agak berat, sejurus kutengok dan ternyata seorang dari kawanan pemuda ini sedang menelusuri alam bawah sadarnya, perawakannya yang tinggi besar membuat aku berkali-kali seolah membetulkan posisi duduk agar ia dengan tak sadar pula menggeser badannya dan agar tak bertumpu di pundakku.

Kucoba berkali-kali, dan berhasil dan kembali ke posisi semula. Pemuda yang duduk di sebalah kiriku ini cukup menggangguku dengan kondisinya kini. Tak biasa menjadi tempat bersandar seorang pria dan masih sangat asing membuatku berada pada kondisi sungguh tidak nyaman. Ingin rasanya tol Ciawi ini segera berakhir, atau sebuah pikiran jahatpun sempat muncul di otakku untuk berdiri tiba-tiba dan membiarkannya terbangun setelah tersungkur dari tempat duduknya ini.

Agra Mas melaju dengan kecepatan konstan, hal ini tentu membuatku merasa lebih lama berada dalam kondisi tidak nyaman. Rasa lelah, ngantuk dan ingin terpejam yang sedari tadi meradang, semuanya seolah tertahan dengan sempurna. Seluruh situasi ini mendukungku untuk tetap terjaga dan tak terpejam walau hanya satu menit.

Sempat terfikir olehku untuk berkenalan dengan seoarang muda yang bergantung tepat dihadapanku ini. Tapi dasar memang tidak terbiasa rasanya mulut ini tetap kaku, padahal tanpa disengaja beberapa kali pandangan kami saling beradu. Tapi tidak, ini bukan yang sering orang ceritakan dalam kisah cerpen yang banyak kubaca.

Tak lama setelah itu Agra Mas keluar dari tol Ciawi, dan segera mengantarkan kami para penumpang untuk berhenti dan menurunkan kami diluar terminal. Hari ini lelah, sungguh lelah, terlebih setelah menuruini Agra Mas aku harus segera mencari tumpangan menuju Sukabumi tercinta.

Parjalanan Agra Mas kali ini boleh untuk tidak kulupakan, atas alasan tempat duduk yang secara tiba-tiba menghampiriku, dan pandangan yang sering beradu tanpa di akhiri oleh sebuah perkenalan sekalipun dan hanya menyisakan senyuman atas segala nikmat yang ada.

^^

Jumat, 18 Juni 2010

Ada-ada Ajah di SNMPTN 2010

Hihihihihi....

Hari ini bener-bener lucu.

Aku puyeng banget.....

Stresssss dan segala macamnya bercampur aduk.

Sapa yang mau tau urusan aku? HEHE

Bukan nanya, maksudnya siapa juga yang bakal peduli kesulitanku.

Sambil ketawa-ketiwi aku inget hari kemarwn, tepatnya 17 Juni 2010.

Dua hari sejak tanggal 16 Juni aku dan seluruh siswa tamatan SMA pada nimbrungin yang namanya SNMPTN (Indonesia banyak singkatan bikin sebellllllllll.........><)

Nah..... di SNMPTN ini alias Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (panjang bener yak...) aku pilih program IPC alian Ilmu Pengetahuan Campuran, otomatis, meskipun aku anak IPA di IPC ini aku di suguhi semua matapelajaran barudak IPS seperti Ekomoni, Geografi, Sejarah, en Sosiologi. Anak-anak IPS yang pilih IPC juga gak kalah puyeng dech di jamin, soalnya mereka mesti, kudu bin wajib melahap 60 soal MIPA alias Matematika IPA, pasti tau donk lezatnya soal-soal IPA, yang sejenis Kimia, Biologi en si mantep kita Fisika.

Entah ini hanya syndrome yang menyerangku sajah, aku ngerasa gugup banget, ngaku dech, persiapan gak optimal (boro-boro optimal tadinya gak bakal ikut gara-gara dah sering gak lulus.. hihihihihuhuhuhu.... sedddiiiihhhhhhh....) tapi kali ini bukan niat ikut-ikutan tapi aku emank mau ikutan beneran, abisnya gak ada lagi kesempatan buat daftar di PTN alias Perguruan Tinggi Negeri selain lewat jalur SNMPTN ini.

Hari pertama kita neh (anak-anak yang ikut SNMPTN maksudnya) dikasih soal-soal TPA apa lagi tuch? Yaps, Tes Potensi Akademik, waktu ngerjain soal itu maaf bukannya sombong tapi aku ngerasa lancarr buat abisin semua soal (mudah-mudahan bener banyak) tapi pas masuk ke pelajaran dasar yang isinya Matematika, Bahasa Indonesia, en Bahasa Inggris, aduch kacau... Ada si ngantuk yang ganggu, sampe-sampe waktu 30 menit abis cuma buat melototin Bahasa Indonesia, Matematika dah gak kepikiran, Bahasa Inggris widdddddiiiiiiihhhhhh teksnya bukan main panjang benerrrrrrr ngarti enggak, payah banget dech. Wal hasil hari itu dibikin puyeng setengah mampussss.

Di hari kedua, prediksi aku gak melenceng, pas ngerjain siaol MIPA aku cuma bisa jawab soal matematika dengan keyakinan 100% itu cuma satu soal dari 15 soal yang ada, duch sumpeh soalnya susah banget buat aku yang bodo banget matematikanya (tanyain Pa Yudi dech kalo gak percaya). Udah gitu penderitaan aku di MIPA belum berakhir, mesti kosongin masa iya aku mesti kosongin lembar jawaban gara-gara gak bisa jawab, soalnya kalo salah poinnya di kurang satu, kalo bener nya poinnya empat kalo kosong ya enol ajah. Dengan sedikit nekad aku coba jawab sambil tembak menembak (mudah-mudahan sasaran aku tepat semua).

Setelah istirahat 45 menit yang di isi ngobrol bareng Intan Armo, Mayang, en ketemu beberapa temen SSC kita lanjutkan kesakitan dengan terus-menerus menjadi seorang ilmuan yang mencoba cari jawaban sendiri tanpa dalil yang tepat sepertinya.

Soal IPS yang jumlahnya 60 mesti beres selama 60 menit... Widih mantep juga kan, dasar niatnya mau jadi ilmuan aku sempet rada-rada kaget juga, soalnya 45 soal selain ekonomi setengah jam ajah dah beres.. sempet kepikir (wah si Nensi teu waras) agak malu juga kalo jawaban salah semua, ah tapi terserah dech itu yang udah aku lakukan semampuku. Dan untuk soal ekonomi, ngaku dechh ternyata susah banget, banyak istilah-istilah yang jarang kedengeran, ya kecuali kayak imflasi yang gini-gini sering di obrolin di TV. Saking mentoknya ngerjain soal ekonomi, sambil iseng ajah, aku mulai curat-coret bikin syair. Aku sebut syair, maklum kurang puitis kalo di sebut puisi.

Wal hasil setelah waktu yang sempet kerasa lama bangett gak abis-abis setelah bel bunyi aku langsung capcus nemuin temen-temen, di luar sempet ngakak bareng Alan, soalnya semua jawaban kita sama "hasil nembak sekenanya" (sekali lagi mudah-mudahan jitu).

Duch payah juga siyh emank, kalo semua soal di jawab hasil nembak, tapi enggak ko, aku juga meret otak dulu sebelum akhirnya aku jawab di LJK lagi-lagi singkatan dari Lembar Jawaban Komputer.

Sekarang ini tinggal nunggu hasilnya ntar tanggal 17 Juli lama juga siyh sebulanan, yang bakal bikin bingung kalo aku gak dapet PTN aku mesti Kuliah dimana? Nah loch, akhirnya kehawatiran muncul lagi. Iyh pada tau gak siyh kalo aku ini dah sakit banget. Sakit gara-gara belum dapet tempat kuliah, sakit tiap kali denget orang pada nanya "Ci kuliah dimana jadinya?" Dududuhhhh pada tau gak siyh beban ini?

Tapi harapan aku gak boleh padam, aku tetep yakin Jalan yang sudah di sediakan-NYA untukku, kalopun aku gak dapet PTN mohon diterima dengan ikhlas, berarti 'INILAH YANG TERBAIK' Kang Sonny GS-red).

Yang paling kerasa sesek, karena aku belum bisa memberikan kebanggaan terbaik buat keluargaku, aku belum bisa seperti a Dodi, a Dede, n Teteh. Aku gak seterampil Mamah, Aku juga gak sepintar Bapak. Tapi ini aku.....

Loch... ko jadi sediih gini?

Udah ah... sebelum air mata ini jatuh berguguran.

Sekali lagi.

Aku tetap berharap dapat diterima di PTN meski itu aku akan berusaha terima dengan Hati yang terbuka apapun keputusan dan hasilnya nanti.

*_*

Senin, 07 Juni 2010

Hukum-AN


Apa itu hukum?

Hukum

Selau berawal dari sebuah pertanyaan.

Teringat satu kisah di akhir masa pemantapan UN SMA tahun 2010.
Pagi itu seperti biasa, saat berangkat dengan menggunakan 'OJEG' Mang Ajat, meski terasa sudah siang dan diingatkan berkali-kali agar motor dilajukan lebih cepat, Mang Ajat tetap saja menarik tali gas semampunya(sebatas pesan yang mama bolehkan untuk berada di jalan). Tanpa berniat untuk menyalahkan Mang Ajat, ternyata aku datang terlamabat.

Di gerbang sekolah seperti biasa, Trio Macan yang paling ingin ku sebut dengan Trio Wekwek yang udah bubar jaman doeleo, ternyata telah hadir dimuka gerbang. Kita sebut saja mereka Kwik, Kwek, Kwak agar lebih mudah dan sedikit menutupi identitas si pelaku.

Saat memasuki gerbang segera aku bersalaman kapada kwek, dia dapat meloloskanku dari jeratan pertama, kemudian aku bersalaman dengan Kwak, dia juga meloloskanku. Sayang sungguh malang, ada salah satu siswa yang sudah di cegat di gerbang menunjukkanku kepada si Kwak. Dengan terpaksa aku berhenti dan di tariknya aku kedalam kerumunan 'anak-anak yang terlambat masuk gerbang sekolah'. Sayang saat itu mood untuk meminta keadilan sedang tidak ada, sehingga tak ada perlawanan yang berarti. Namun ternyata hukuman baru akan dimulai setelah seluruh siswa yang terlambat terkumpul. Ternyata meskipun letak sekolah berada di jalur utama, tetap saja terjadi banyak hambatan, misalnya jam masuk pegawai garmen dan pabrik sepatu, belum lagi jalan di pasar Pangleseran. Oughhh kalau pagi macet bukan main. Hal ini menjadi salah satu cara berkelit anak-anak sekolah pada umumnya. 

Hukuman di mulai setelah melewati 30 menit jam masuk. Seluruh siswa di kumpulkan, dibariskan berdasarkan banjar per angkatan masing-masing. Ternyata eeee ternyata, siswa kelas XII yang paling banyak terlambat. Eh iya si Kwik hari ini sedang tidak ada, beruntungnya ia lepas dari jeratan rasa benciku untuk hari itu.

Kwek dan Kwak mulai berceloteh, mereka memasang gaya sok paling keren gara-gara bisa menghukum para pelaku kejahatan keterlambatan masuk gerbang sekolah, padahal (maaf banget sebelumnya buat almamaterku) sekolah aku bukan sekolah yang cukup tertib mengenai waktu, gak sedikit guru yang datang terlambat masuk kelas, dan segera membubarkan kelas padahal waktu belajar masih sangat lama, intinya soal waktu jangan ada yang berasa paling suci, ampir semua penghuni sekolah pasti pernah korupsi soal ini meski ada yang meminta ijin ataupun hanya cengar-cengir setelahnya.

Balik lagi ke si Kwek, Kwak, satu hal yang membuat aku merasa di dzolimi, kenapa hukuman terlambat masuk gerbang 5 menit harus sama dengan hukuman siswa lain yang terlambat lebih dari 30 menit? Ini satu bukti pemukulan hukuman yang tidak berlandaskan asas keadilan. Dan hal lain yang masih terselip di otak sampai sekarang, apa manfaat dari hukuman jemur yang diterapkan selama 2 jam pelajaran terhadap siswa yang melanggar tata tertib jam masuk? 2 jam pelajaran itu artinya kehilangan kesempatan menyaksikan guru di depan kelas selama 90 menit. Dan ini juga waktu yang sebentar untuk sebuah hukuman bagi siswa yang sedang sakit namun memaksakan diri untuk tetap bersekolah.

Ah.......

Semuanya memang selalu terasa ganjal di kepalaku, anehnya meskipun sekolah sudah menerapkan sistem poin bagi seluruh siswa, pada saat itu dengan ajaib sistem poin raib dan tetap hanya hukuman jemur yang di berlakukan. 

Kalau sajah boleh memilih, aku berani mempertaruhkan poin ku sebanyak 50 poin (meski di peraturan terlambat hanya dikenakan 5 poin) asal tidak harus di jemur dan kehilangan kesempatan belajar selama 90 menit. 

Yang selalu berkeliaran di kepalaku, apakah hukuman itu sudah pantas dan sangat wajar? Tidak adakah gaya hukuman lain yang lebih mencerdaskan? Karena sungguh di jemur sangat-sangat tidak bermanfaat dan hanya berakhir pada sebuah rasa benci pada si Kwek dan Kwak...