Tampilkan postingan dengan label Duniaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duniaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

Galau Pasti Berlalu

Galau bagai sebuah fenomena anak muda dalam waktu beberapa bulan yang lalu. Meski sudah tidak menjadi trending topik, ternyata galau tetap menyergap setiap orang yang tengah di landa kebingungan. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi galau. Misal hal termudahnya adalah, ketika di hadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit untuk di putuskan mengambil yang mana? Sedangkan keduanya tetap penting di saat yang bersamaan. Bingung-Galau
Galau lainnya biasanya menyergap orang-orang yang sebelumnya telah memeiliki sebuah prinsip dan akhirnya harus mengaku goyah akibat sebuah peristiwa yang membuatnya berada pada sudut yang dikatakan galau.
Khusus untuk kasus mahasiswa pada umumnya biasanya galau, ketika ada banyak tugas tapi kepala sudah penat, berniat jalan-jalan cari udara segar sekedar cuci mata (jangan mau untuk cuci otak) eh ternyata uang tidak ada. Ini seperti galau bertingkat.
Galau untuk kaum single dan jomblo sudah paling tidak asing lagi, karena kebanyakan hidup mereka menjadi galau ketika kesepaian mendera jauh lebih dalam dari b biasnaya, maka rasanya sengat galau dan sensitif.
Sebetulnya ada banyak trik untuk menjauhkan galau dari kehidupan kita. Misalnya saja dengan mau sedikit merenungkan dengan segala peristiwa yang terjadi di lingkungan. Dengan mengalihkan perhatian kita pada lingkungan sekitar, maka galau dalam beberapa saat akan menghilang dari jiwa0jiwa para galau-ers
Ketika rasa syukur sudah ada dalam setiap hela nafas, menyadari betapa berartinya hidup kita untuk tidak sekedar menggeluti kegalauan yang menimpa, maka ketika itu virus galau tengah di serang oleh kekuatan iman kita. Syukuri saja kehidupan, maka kita tidak akan sempat memasukan file galau dalam jiwa kita.
Ternyata setelah melakukan beberapa kali survey pada kalangan yang tidak dapat di sebutkan dalam artikel kali ini. Galau telah menjangkiti mental kaum muda Indonesia (sangat nasionalis rasanya), dengan secara perlahan galau melemahkan mental para pemuda yang seharusnya menjadi kalangan paling bersemangat menghadapi kehidupan justru kali ini menjadi kalangan pengidap galau terbanyak.
Virus galau harus segera di berantas dari jiwa-jiwa yang lemah. Obat dan cara pengobatannya akan di temukan masing-masing dalam kondisi sadar ataupun tidak. Selama iman masih di kandung jiwa, yakini saja setiap hal yang membuat kita galau adalah sebuah cara Tuhan menyadarkan kita betapa hidup ini begitu berharga.
Mari berantas galau dan hilangkan dari kamus jiwa kita yang sangat berharga untuk sekedar menghayati Galau semata.

Surade Tengah,
(Temapat Refreshing paling di rekomendasikan untuk semua sepupu aku ^^a)

Rabu, 09 Februari 2011

Seperti Gigi Ompong

"Giginya ompong"
Itu merupakan hal yang lumrah terjadi, namun ada hakikat dari gigi ompong yang jarang di telaah. Baru tersadarkan, betapa nyamannya memiliki gigi yang lengkap. Lidah yang bergaul dengannyapun merasa biasa saja ketika gigi masih lengkap. Namun suatu ketika, ketika gigi itu ompong, lidah selalu menjulurkan pangkalnya pada sudut dimana gigi itu telah ompong.
Mulai lah ketika itu, si lidah merasa kehilangan si gigi yang mungkin awalnya di anggap tidak memiliki pengaruh apa-apa atas keberadaan si lidah.
Ompong, yang betapa ompong menjadi hal yang sangat kosong. karena membuat lerung mulut kita ada ruang kosong. Itulah gigi ompong. Yang kini sudah tiada. 
Mungkin suatu saat, tak jarang kita menghiraukan keberdaan seseorang yang saat ini tiada, dan mulailah merasakan kehilang atas dirinya.
Ya itulah dia, si gigi ompong

Sabtu, 22 Januari 2011

Pesan Untukmu Sahabat

Semua ini jadi baru terfikir, ketika kau mulai "memblock" aku di akun facebook.
Entah apa yang ada di fikiranmu kawan, tapi sungguh, kali ini aku tidak dapat mengabulkan permohonanmu.
Hari ini 22 Januari 2011 aku dapati akunmu tidak dapat kulihat, menjadi sangat tidak nyaman karena semalam aku merasa bertengkar hebat denganmu sebagai temanku.


Memang tidak ada alasan tepat kenapa aku tidak mau mengabulkan permintaanmu. Meman benar, dan aku benar-benar tidak inginkan ini. Kau terlalu banyak bertanya tentang orang lain terhadapku. Bukan cemburu, kali ini sungguh aku kuatkan hatiku untuk tidak merasakan semua hal naif itu, tapi sungguh aku tidak ingin menjelaskan dan menggambarkan apa-apa yang kau ingin tahu dariku. Sulitkah untukmu untuk menghargai keputusanku itu?
Aku yang mengaku sebagai sahabatmu tidak menginginkan itu. Silahkan kau berteman dengan banyak orang, tiada kuasaku atas dirimu, tapi mohon, hargai apa yang sudah menjadi keputusanku.
Maaf jika aku telah mengecewakanmu sebagai sahabatku. Sepintas aku fikir ini bukan masalah besar jika kau menghilang dari duni facebook ku, tapi jadi terasa curang jika itu hanya terjadi padaku. Jika hanya dengan alasan wanita itu kau melakukan semua ini padaku, bolehkah aku bertanya. Apa arti persahabatan kita selama ini? Sangat burukkah hal yang aku lakukan kali ini? Tidak dapatkah di maafkan?

Jika kau sudah siap dengan jawaban pertanyaanku tadi, aku tunggu kau untuk segera mengabarkanya padaku.
Terimakasih untuk telah menjadi sahabatku selama ini.
Terimakasih untuk kebersamaan dan rasa berbagi kita sepanjang jalan yang lalu.
Do'aku semoga kau jauh lebih bahagia, dan beruntung, karena aku menyayangimu sebagai sahabatku....
(*devoted to you.....)

Selasa, 23 November 2010

TIDAK ADA KOMA

INI SOAL HATI
HANYA ENGKAU DAN TUHAN YANG DAPAT MENGENDALIKANNYA
BERDO'ALAH....!
MINTALAH PADA TUHANMU
AGAR KAU TAK MEMILIKI BERMACAM-MACAM PERASAAN YANG ANEH
INGATLAH....!
TUHAN MUNGKIN TIDAK SUKA PADA HAMBANYA YANG "BODOH"

JANGAN PUNGKIRI...
KAU TENGAH MENGARUNGI DUNIA BODOHMU KAWAN...
LAKUKAN SESUAI ILMU YANG TELAH KAU MILIKI, MESKI HANYA SEKEDAR
SEMOGA ITU CUKUP UNTUK MENITI TANGGA MENUJU SYURGA
BUKAN HAL YANG SEMU...
NAMUN PASTI YANG KAU LAKU..
BODOH...!
LARILAH...!
DUNIA TENGAH MENUNGGUMU DALAM KONDISI SIAGA
TIDAK PERLU CENGENG
TUHAN SANGAT KAYA
JANGAN TAKUT MATI KARENANYA
KARENA TUHAN MAHA SEGALANYA
MINTALAH PADANYA
BAHKAN SOAL HATI
KARNA TUHAN SANGATLAH LUAS
MUNGKIN IA AKAN BERBAIK DAN MEMBERIKANA SETITIK BAHAGIA DI HATIMU
INI BUKAN SEMU..
INI ADALAH HIDUP YANG TENGAH KAU LAKU...

Jumat, 12 November 2010

Maaf Aku Bosan

Bosan tak henti menderaku.
Ah ini tidak lebay, sungguh,,,...
Aku merasa berada di titik sudut yang sama.
Selalu sama, bahkan hampir kulupakan bahwa semua ini adalah sama.
Dimana perasaan hati yang terlampau meliputi, dan semua mulai tak terkendali.
Kenapa? Kenapa harus kali ini?
Bisakah tunggu sejenak, sampai ku selesaikan tugasku.
Aku masih memiliki banyak tugas dan pe-er dalam hidupku.
Jika meng-hajikan orang tua adalah salah satu cita-cita kebanyakan anak, maka aku ada dalam barisan daftar yang sama.

Ketika semua perasaan hati di liputi oleh satu hal saja, dan kemudian membuatnya lupa, lupa bahwa kita memiliki kewajiban yang banyak saat ini, itulah "BELAJAR".

Belajar bagaimana menghargai orang lain,
Belajar hidup untuk hidup.
Dan akan bersamaan dengan berbagai gejolak yang merintangi hati..

Dan Ini Seperti

Pernah rasakan gundah dalam hati?
Jika sering dan pernah, itulah perasaan yg sedang berkecamuk.
Bayna ana anta wa huwa..
Haaha
Gak dech,,, (canda peace)
Mulai gak karuan
Bikin blogg gak jelas banget.
Isinya mana ada yg bermutu,
Semua cuma curcol...(curhat colongan)
Kata orang sih maklum alias wajar,
Tapi ini dia yg aneh..
Mulai ngomongnya dari mana yah..?
Duch beribet,
ee e  e e e
Ini tulisan gak sejenis esay,,(jauh banget dari kesan ilmiah)
Ini juga bukan puisi, (buktinya gak menyayat kalbu pas di baca)
So?
Gak penting banget..:p

Jumat, 20 Agustus 2010

Buah Hati


C.I.N.T.A

Hahahahah maaf kali ini ingin sedikit tertawa, aneh-aneh saja rasanya otak dan jari ini yang secara tiba-tiba menekan tuth keyboard terhadap huruf, huruf tadi.

Omong punya omong soal C.I.N.T.A bukannya mau jiplak judul lagu band Indonesia, tapi aku juga emank suka lagu itu terlebih kata tadi sepertinya memiliki nilai universal dalam segala hal.

Balik lagi ngomongin cinta, kayaknya gak bakal ada abis-abisnya dech, sama lah kayak ngomongin peta politik Indonesia yang semrautan, tapi oupzz kita bukan mau ngomongin politik cukup cinta ajah yang sementara ini boleh bikin kita bingung.

CINTA?

ah bulshit sama nama itu....

BENCI

Rabu, 23 Juni 2010

Tak Ada Kata

Semalam aku tidur sejak siang (waktu jam setelah isa sebelum jam sepuluh malam), tertidur dan memang sengaja untuk tidur bersama Mama. Aneh, setiap kali tidur bersamanya,
rasanya hati ini tenang, tentram, dan tidak ada yang perlu aku khawatirkan selama perjalanan mengarungi alam mimpi. Berbeda dengan ketika aku harus tertidur sendiri di kamarku, selalu saja syarafku terasa masih bekerja dan terjaga.Mama, ia sosok yang penuh dengan keajaiban. Bersamanya hati ini terasa nyaman.
Ada banyak pepatah mengenai kasih Ibu yang tak dapat dibayar oleh apapun.


Ya semua kalimat itu tak mungkin dapat aku pungkiri atau bahkan aku tepis meski hanya sejengkal atau sekalipun.
Bukan aku tak mau memuji akan sosokmu. Tapi kata ku tlah habis untuk sekedar mengatakan semua rasa syukurku atas keberadaanmu selalu, atas kelahiranku dari rahimmu, atas didikanmu yang tak mungkin dapat kutulis disini, atas segala yang kau beri tanpa sempat ingin ini terucap.
Mama, malu aku akan sosokmu, malu karena harus berulang kali melakukan salah yang sama dan kembali melakukan ritual permohonan maaf atas khilaf yang terulang.
Aku pun tak pandai bersuara yang menentramkan hatimu, aku tak pandai menjadi sosok yang engkau mau, tidak sepertimu Mama, yang selalu menjadi seperti apa yang aku inginkan.
Mama, selama hidupku 18 tahun ini, mungkin berulang kali aku membuatmu meneteskan air mata di pagi buta untuk meminta pada Yang Maha Kuasa agar anakmu ini dapat menyelesaikan setiap tantangan hidupnya dengan lapang dan kemudahan, atau bahkan mungkin engkau menjerit pada Illahi atas kesakitan yang kuberi bertubi-tubi.
Mama Maaf......
Ini kata yang hampir basi terucap dari mulutku yang tak punya malu.
Aku selalu bermimpi dapat memberikan sebuah dan mungkin lebih banyak dari itu sebuah rasa bangga tanpa henti, agar kau tak menyesal melahirkanku ke dunia ini. Agar kau tak merasa bersalah ketika keputusanku yang salah memilih jalan hidup. Dan agar kau tetap selalu ada untukku sampai nanti, sampai batas waktu waktu yang  tak dapat di tulis lagi dengan sebuah angka dan nominal.

Senin, 21 Juni 2010

Cup Cup Cup

Malam ini dan dua hari yang akan datang akan terasa lama buatnya.
Demam dan rasa tak nyaman itu akan menjalari tubuhnya.
Segala rasa sakit akan terkembang dalam setiap aliran darah dinadinya.
Mereka bilang ini semua untuk kebaikannya.
Mereka bilang ini akan membaikkan kehidupannya kelak.
Mereka bilang semua ini sudah lazim dan pasti dilalui setiap manusia.
Ah... Jeritannya
Tak dapat hati ini menahan pilu yang menyelinap dibalik relung yang tak nampak.
Ia kini menangis.
Berteriak sekancangnya.
Dan aku yakin ia ingin berlari dengan kakinya, namun raga tak mengiyakan keinginannya.
Tangisan itu kembali melengking ditengah malam yang senyap.
Tetap hatiku tak kuasa menyaksikannya.
Tapi aku selalu ingat, ini akan membaikkannya.
Itulah jerit tangis 'Kaka' Gouzi.
Bayi mungil yang baru saja di imunisasi di bulan ke dua keberadaannya di dunia.
Sedikit menjadi pertanyaanku.
Haruskan setiap manusia merasakan kesakitan terlebih dahulu agar hati dan jiwanya kuat?
Seperti bayi yang baru lahir, yang harus menerima imunisasi yang ia rasa sakit.
Padahal itu akan membaikkannya dimasa depan.
Seperti itukah kesakitan yang Tuhan berikan pada kebanyakan manusia.
Meski kadang tak sedikit yang menghujat Tuhan atas kesakitan yang mereka terima.
Padahal mereka tidak tahu rencana Tuhan akan selalu menjadi kebaikan bagi diri mereka sendiri.

Sabtu, 29 Mei 2010

Jadi...?

Mau curhat dikit neh... biar agak santai kesannya.

Kenapa ya, kalo pas akhir tahun pelajaran yang dapet juara 1, 2, 3 suka pada naik ke panggung? Gak lama guru-guru kasih mereka hadiah, sambil bahunya di pegang sang guru berkata "Bapak/Ibu bangga padamu, terus tingkatkan prestasi kalian". Dalam banyak sisi hal ini tentu wajar. Berarti si siswa tadi memang benar-
benar bisa mengalahkan kawan-kawannya yang lain dalam mengerjakan soal ujian. Ya ya, sampai kata ini si penulis masih menganggapnya wajar. Tapi gak seru dong kalo cuma di liat dari segi si juara yang pasti bakal bangga, gak usah di cakapkan lagi, pasti bangga en bahagianya selangit (maklum juara satu terus dari TK ampe kelas IX SLTP).

Nah kali ini, lebih tepatnya cerita keanehan-keanehan yang selalu mengusik, padahal gak penting, soalnya muncul pertanyaan baru "Kenapa setelah SMA gak jadi juara?"

Kalo mau tau jawabannya, pasti banyaknya pembelaan diri, bisa bilang inilah, itulah, kalo sekarang aku jawabnya 'ya..... lagi gak hoki' (so' enjoy padahal emank oon)

Si aku masih inget, duluuuuuuuuuuuu (saking dah lama) maaf bukan sombong, tapi buat jadi juara gak mesti keluarin tenaga berlebih, entah mungkin karena lingkungan yang udah bener-bener dikuasai, atau memang otak masih bener-bener fresh. 

Balik lagi ke cerita tadi, nah ternyata setelah SMA si penulis yang lagi gak heppy ini gak pernah jadi juara. KENAPA?

Sampe sekarang aku juga gak tau pasti alasannya. Mungkin emang kurang sungguh-sungguh dan bekerja keras kaleee.

Ah sekali lagi, ini bakal cuma jadi satu pembelaan, kesannya bakal kayak yang ngiri, padahal ini asli.

Mau bagi-bagi kekesalan dikit pokonya. Tau gak hey tau gak?

Yang jadi juara di sekolah ternyata 'Tukang Nyontek'...!

Loh kok gitu? Ah si kamu ngiri kali...?

Pasti yang baca bilang gitu.

Ini beneran, rasa iri dah lewat dari dulu.

Mungkin sekali dua kali kalo kepepet ya nyontek, tapi si aku cuma berani  nyontek hasil temen doank.. suer dech bisa tanya temen sebangku aku, biasalah.. kita joinan. 

Tapi buat nyontek dari sunber buku pas lagi UAS.. oh noooooooo gak banget.
Dimana sportifitas itu kawan? hah kawan yang menyesatkan!

Iyhh... tuch kan kesel sendiri jadinya. Tapi its okey, dah lewat tuch.
Cuma yang paling aku sesalkan, kok aneh yah dia ampe gak kecium bau buruknya sama guru?

Apa guru tau tapi pura-pura gak tau?

Ato emang gak mau tau?

Iyh, aneh...

Jadi buat apa jadi jura kalo dapet nyontek?

Buat apa dikatakan sebagai "THE BEST" kalo sebernya isinya cuma gaya memelas?

Eh iya, buat yang RASA!!! Maaf uy, hati ini dah gak bisa tolerir sikap kamu.

Asli dech kesel, bukan berarti aku PEDE kalo aku jadi sok suci.

Tapi pllissss donk, bersing dengan cara sehat, kenapa takut siyh?

Apalah artinya juaramu dimata guru-guru, padahal semua kawanmua tau siapa asli wajah dibalik topengmu (inget lagu Peterpan TOPENG).

Kalo kapan-kapan orang-orang yang terkait dengan cerita ini baca ni catatan, terserah kalian bakal mikir aku ini orang kayak gimana. En apalagi kalo orang yang RASA baca blog ini, aku dah tebak kata-kata kamu "INI DAH KELEWATAN" bukan kelewatan kawan, ini kenyataan.

Asli, ini kenyataan.

Mau memungkiri?

Jangan dulu Istighfar sambil mengucapakan kata-kata tadi sedang dalam hati berbisik (si faqott kurang ajar)

Tapi mari kita lihat cermin kita masing-masing.

Si aku dengan segala keburukanku, dan aku akui semuanya.

Dan kamu, dengan semua lagamu.

Jadi siapa dirimu.......?!@#$%^&*()_+_)(*&^%$#@!

Kamis, 20 Mei 2010

Rendahnya Nilai Pendidikan Di Televisi

Di era komunikasi yang semakin canggih dan terus menyeret kita ke dunia modernisasi. Sebagai siswa sekaligus manusia yang hidup di masyarakat setempat dan sebagai bagian dari masyarakat dunia. Kecanggihan dan kemudahan komunikasi sudah bukan lagi menjadi hal yang asing.
Masuknya jaringan komunukasi keberbagai daerah di Indonesia, tentunya mempermudah terjadinya pertukaran informasi, baik antar daerah dalam suatu negara bahkan antar negara sekalipun.
Dengan canggihnya perkembangan teknologi komunikasi di dunia, khususnya Indonesia, perkembangan pertelevisian ikut ambil bagian besar dalam mensosialisasikan berbagai perkembangan dan berita terkini di berbagai belahan dunia.
Meski televisi hanya merupakan media komunikasi satu arah, akan tetapi pengaruh dan peminatnya sangat banyak. Bahkan jaringan televisi sudah dapat dinikmati setiap masyarakat, dipedesaan dan pelosok sekalipun.
Hanya saja ada beberapa hal yang disayangkan dari pertelevisian di Indonesia. Misalnya, banyaknya tayangan sinetron yang menceritakan keadaan yang tidak sesuai dengan culture adat ketimuran yang dimiliki Indonesia. Atau cerita-cerita yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia pada umumnya. Hal itu tentu menyebabkan kesenjangan yang terdapat di masyarakat semakin terasa.
Namun tidak sedikit stasiun tv yang bersifat edukatif dalam siarannya. Misalnya saja kita ambil salah satu stasiun tv swasta yang melakukan penyiaran di Indonesia seperti Metro TV dan TVOne.
Di Metro TV ataupun TVOne tersebut kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang terjadi pada hari tersebut diberbagai negara diseluruh belahan dunia misalnya dalam program Metro World News, atau Headline News satu jam sekali. Atau dalam berbagai program lainnya kita masih dapat menjumpai siaran atau tayangan yang bermuatan pendidikan dan pengetahuan social. Dalam tv tersebut kita juga dapat mengikuti perkembangan dunia politik Indonesia dan dunia seperti perkembangan kasus Bank Century di Indonesia atau bahkan kejadian Gempa Bumi di Haiti baru-baru ini yang menewaskan 100.000 jiwa lebih, dan berbagai perkembangan krisis ekonomi yang sedang melanda dunia kini. Dan masih banyak lagi tayangan-tayangan yang memuat berbagai cerita atau perkembangan pariwisata baik seputar Indonesia atau pun dunia, tayangan-tayangan tersebut tentunya dapat menambah wawasan kita.

Atau kita ambil contoh stasiun televisi yang lainnya, seperti TVE (Televisi Edukatif). Dari namanya saja kita sudah dapat menebak, bahwa stasiun tv ini menayangkan berbagai ilmu pengetahuan, baik yang dibutuhkan siswa usia sekolah mulai dari PAUD sampai Universitas sekalipun, di tv ini kita dapat mendapatkan berbagai informasi seputar belajar di sekolah.

Belum lagi berbagai tayangan lain di beberapa stasiun tv lain. Seperti tayangan Jelajah, Jejak Petualang, Horison, Periskop dan masih bayank lagi program lain yang memutar pariwisata dan keragaman budaya.

Tidak sedikit hal positif yang ditimbulkan dengan adanya siaran tv, meski tidak sedikit tayangan yang tidak bermutu pun tetap disiarkan hanya karena rating yang tinggi. Disini kita sebagai pemirsa harus pintar-pintar memilih tayangan tv yang akan di tonton.

Nensi Dewi Pratiwi Agustika 2009

Selasa, 18 Mei 2010

Terserah

Tidak sedikit orang yang sangat ingin diberi bantuan saat mengalami kesulitan.
Tapi khusus beberapa orang yang mengaku dirinya paling berharga, ia tak ingin diberi bantuan, sekalipun telah ia dapatkan bantuan tersebut, tak mesti berterimakasih fikirnya karena ia tak pernah meminta.
Terserah kawan, biarkan ia berdiri diatas kakinya sendiri. dengan itu ia yakin akan kemampuannya...
tapi tak usah ditiru sifatnya.
Sebaiknya kita mampu membuktikan apa yang kita yakini, meski itu tetap hargailah apa yang telah orang korbankan untuk kebahagiaannmu. Apa pun itu, meski hanya sekedar ucapan "terimakasih..."

Friday, June 19, 2009 at 12:09pm 

Benar Salah Kata Siapa?

Pernah sebuah pengalaman menggiring kita untuk mengambil sebuah langkah sebagai keputusan akhir. Namun tidak jarang suatu keputusan yg kita ambil bertentangan dengan beberapa rekan, bahkan mungkin hal tersebut bertentangan dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya.
Pernah suatu kasus, ketika hati dan pikiran kita sangat yakin, namun betapa dahsyatnya tentangan bahkan cemoohan atas diri pengambil keputusan tesebut. Sungguh tidak ayal bingungnya pasti melanda diri kita kala itu.
Bahkan suatu gagasan yg sangat cemerlangpun sering tidak terealisasi hanya dengan alasan egoisme semata, sebagai suatu tanda kuatnya sebuah pengaruh yg tidak diketahui tujuannya.
Lantas kebenaran, gagasan dan ide cemerlang apa lagi yg harus tidak terwujud sebagai bukti tidak inginnya bangsa ini maju hanya gara-gara sebuah egoisme semata sebagai bukti tidak mampunya kita mengakui kelebihan pemikiran sebagai dedikasi seseorang dalam suatu hal.....?

Monday, August 10, 2009 at 4:29pm 

Sepercik Cerita